Perbedaan Followers Organik vs Non Organik di Media Sosial

Perbedaan Followers Organik vs Non Organik di Media Sosial

Perbedaan followers organik vs non organik penting dipahami kalau Anda berencana meningkatkan jumlah followers akun media sosial. Misalnya dalam platform Instagram dan TikTok, maka jenis followers pada berbagai media tersebut akan berpengaruh pada tingkat personal branding, engagement, dan kepercayaan orang lain.

Cara mendapatkan followers pun bisa beragam dan inilah yang membedakan jenis followers organik dengan followers non organik. Kedua macam followers ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang akan kami bahas di bawah ini.

Apa Perbedaan Followers Organik vs Non Organik di Media Sosial?

Perbedaan followers organik vs non organik di media sosial yang paling mendasar adalah bagaimana cara Anda mendapatkan followers tersebut.

Followers organik datang dari pengikut yang memang tertarik dengan konten unggahan Anda sehingga secara sadar dan alami mengikuti akun Anda. Sementara itu non organik diperoleh dari banyak strategi yang bertujuan untuk mendapatkan followers banyak secara cepat. Baik itu memakai metode promosi seperti beriklan atau pun beli followers dari jasa jual followers.

1. Followers Organik

Followers organik adalah pengguna yang sukarela mengikuti akun Anda, bahkan saat Anda tidak mem-follow balik. Mereka menganggap konten-konten yang Anda unggah itu menarik dan bermanfaat. Sehingga dengan sendirinya mereka mengikuti akun Anda baik itu di Instagram (IG), TikTok, YouTube, dan platform media sosial lainnya.

Biasanya mereka bisa datang lewat:
● Pencarian hastag
● Konten yang masuk FYP atau Explore
● Rekomendasi algoritma platform media sosial
● Dibagikan oleh pengguna lainnya
● Konten yang lagi viral
● Direkomendasikan oleh teman
● Konsisten menggunggah konten yang berkualitas

Followers seperti ini biasanya memiliki peluang interaksi yang tinggi dengan akun Anda. Mereka ada followers permanen yang memang tertarik dengan niche dari video yang Anda bangun.

2. Followers Non Organik

Followers non organik tidak selalu pengikut tersebut hanya berupa bot atau pengikut palsu. Nyatanya banyak juga akun “real” yang menjadi followers dalam waktu cepat melalui berbagai aktivitas pemasaran dan srategi.

Apa saja perbedaan followers organik vs non organik bisa dilihat dari cara mendapatkannya. Untuk followers non organik sendiri, strategi yang biasa dilakukan misalnya:

1. Membeli pengikut dari jasa jual beli followers

Biasanya cara ini adalah strategi paling instan untuk langsung dapat followers banyak. Umumnya dibagi menjadi followers Indonesia dan Global, lalu ada pula followers real dan aktif dengan followers bot.

2. Melakukan iklan berbayar

IG dan TikTok menawarkan iklan berbayar untuk membuat konten Anda muncul jadi FYP dan direkomendasikan ke berbagai akun. Saat pengguna melihat iklan tersebut maka peluang mereka tertarik mengikuti akun Anda jadi lebih tinggi. Meski memakai iklan, tapi followers yang didapat tetap bisa berupa pengguna asli.

3. Aktivitas F4F (Follow for Follow)

Di berbagai forum dan group media sosial, banyak orang yang memang sengaja saling menawarkan aktivitas F4F atau follow for follow. Ini adalah strategi dimana sebuah akun saling follow dengan akun lainnya.

Metode ini sangatlah populer terutama bagi kreator pemula yang baru membangun akunnya. Sayangnya ada kelemahan dari cara ini yaitu tidak sedikit pengguna yang melakukan unfollow setelah memperoleh banyak followers.

4. Memberikan hadiah giveaway

Ini juga jadi cara yang populer dilakukan tidak hanya kreator individu, tapi juga akun bisnis dan perusahaan. Cara ini merupakan strategi cepat untuk mendapatkan followers tambahan yaitu dengan memberikan Giveaway dengan persyaratan jadi followers sebuah akun.

Mereka yang ingin mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah Giveaway, diberi syarat untuk mengikuti akun. Memang cara ini sangatlah efektif dalam meningkatkan followers, walau begitu membutuhkan modal serta tidak sedikit pengguna yang unfollow setelah Giveaway selesai.

5. Berkolaborasi dengan influencer besar

Cara ini juga menjadi salah satu strategi mendapatkan followers non organik, yaitu lewat kolaborasi dengan influencer besar. Nantinya influencer bisa mempromosikan akun Anda agar para followersnya jadi mengikuti akun Anda.

Ini merupakan strategi agar akun Anda lebih cepat dikenal oleh banyak pengguna lainnya. Tentunya tidak 100% efektif, karena tetap bergantung pada kualitas konten serta apakah pengguna lain tertarik melihat unggahan Anda.

Apa Saja Kelebihan Followers Organik vs Non Organik?

Setelah Anda paham apa saja perbedaan followers organik vs non organik di medsos, mungkin Anda bingung ingin mengikuti strategi yang mana. Anda bisa mempertimbangkan lewat beberapa kelebihan followers yang organik dengan non organik di bawah ini:

1. Kelebihan Followers Organik

Stategi mendapatkan followers organik memang membutuhkan waktu yang terbilang tidak singkat. Namun justru ada banyak kelebihan jika memperoleh followers organik seperti:
● Engagement biasanya lebih tinggi, karena mereka memang tertarik dengan konten yang diunggah. Mereka lebih tinggi cenderung untuk memberikan komentar, likes, dan gift live.
● Lebih loyal dan permanen mengikuti suatu akun, karena menyukai isi kontennya dan bukan karena promosi atau hadiah.
● Berpotensi menghasilkan uang lebih tinggi, karena followers organik berpeluang besar untuk menjadi pelanggan karena tertarik dengan produk yang dijual.
● Kredibilitas meningkat, karena engagement atau interaksi yang tinggi sehingga jika dilihat oleh orang maka hal tersebut bisa meningkatkan kepercayaan akan branding Anda.

Jika akun Anda dipakai untuk keperluan bisnis atau endorsement, maka followers organikakan menciptakan pertumbuhan yang stabil. Terutama jika Anda menjaga kualitas konten yang diunggah.

2. Kelebihan Followers Non Organik

Meski ada perbedaan followers organik vs non organik online, namun strategi mendapatkan followers non organik tetap banyak dilakukan. Hal ini karena kelebihan berikut:
● Meningkatkan jumlah followers secara cepat, cocok untuk akun bisnis atau akun untuk tujuan endorsement yang ingin segera memperoleh penghasilan dari medsos.
● Kelihatan lebih meyakinkan, karena akun dengan jumlah followers banyak akan tampak sangat meyakinkan dengan akun yang followersnya baru sedikit.
● Proses branding jadi lebih cepat, apalagi bagi para influencer dan pelaku bisnis yang mau fokus pada peningkatan branding sebelum membangun engagement.
● Mendukung strategi marketing, bagi akun bisnis maka jumlah followers yang meningkat bisa membantu citra bisnis dan bahkan cocok untuk srategi pemasaran secara cepat.

Strategi Organik vs Non Organik Jadi Pilihan Terbaik

Daripada bingung memilih ingin menggunakan strategi followers organik atau non organik, kebanyakan pengguna media sosial saat ini menggunakan kombinasi keduanya.

Misalnya followers non organik dari jasa jual followers Indonesia bisa dipakai untuk membangun akun baru. Dan setelahnya, perlahan bangun konten secara konsisten untuk memperoleh followers organik.

Pendekatan seperti ini juga banyak dipakai oleh customer yang beli akun di tempat kami, jasa Jual Followers Murah. Biasanya para akun influencer pemula yang mau membangun personal branding atau UMKM yang ingin meningkatkan kepercayaan bisnis.

Buat Anda yang ingin menerapkan kedua strategi dengan adanya perbedaan followers organik vs non organik ini. Maka bisa memulai dengan beli followers real dan aktif di tempat kami lewat chat +62859 5951 6242.